Terindeks Google Dalam Waktu 1×24 Jam

Membangun website dengan domain yang telah berumur (Eks Domain) tentu akan lebih mudah dalam hal pengindeksan oleh Google Search Engine dibandingkan dengan membangun sebuah website dari domain yang betul-betul baru diregister untuk pertama kalinya.

Untuk mendapatkan Eks Domain tidaklah mudah, ada sejumlah harga yang harus ditebus dengan harga yang terbilang relatif tidak murah. Terlebih lagi, Anda akan membutuhkan waktu dan kesabaran dalam berburu Eks Domain Branded dengan harga yang terjangkau.

Bagi Anda yang sudah memiliki produk kemudian memutuskan untuk mengonlinekannya, pilihan New Domain akan lebih memudahkan dan mempercepat proses pembangunan web. Dan tidak perlu khawatir berlebih terhadap lamanya waktu yang dibutuhkan oleh New Domain sampai terindek oleh Google Search Engine.

Pedoman Kualitas dari Google yang bisa dipelajari di Google Webmaster Academy pada kesempatan lebih lanjut.

Sebagai langkah awal, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membuat New Domain (Website) dapat terindeks cepat oleh Google dalam waktu 1×24 jam.

Pertama, lakukan verifikasi kepemilikan website ke Google Search Console dengan menambahkan New Domain pada pilihan ADD PROPERTY, atau kunjungi laman : https://www.google.com/webmasters/tools/home.

Add Property

Kemudian pilih metode verifikasi yang termudah yaitu menggunakan Alternate Methods TAG HTML. Copy kodenya kemudian pastekan sebelum tag </head> pada Header website Anda.

HTML Tag Methods

Atau kunjungi link https://www.google.com/webmasters/verification/home?hl=en untuk melakukan verifikasi, ikuti setiap petunjuk yang tertera.

Kedua, mendaftarkan New Domain tersebut ke Google Search Console dengan melakukan Submit Request melalui informasi laman resmi berikut : https://www.google.com/webmasters/tools/submit-url

Ketiga, membuat peta situs untuk Googlebot pada Search Console agar memudahkan dalam hal CRAWL (Mengindeks) laman website. Atau dapat juga menambahkan tautan link Sitemap: https://newdomain.com/sitemap_index.xml kedalam file robots.txt untuk menentukan jalur akses ke peta situs.

Add Sitemap

Jika menggunakan plugin YOAST SEO maka untuk sitemapnya isikan sitemap_index.xml.

Silahkan cek terlebih dahulu sebelum menggunakan plugin, apakah compatible dengan versi WordPress yang sedang Anda gunakan atau tidak, kunjungi : https://wordpress.org/plugins/wordpress-seo/

Jika menggunakan Plugin Google XML Sitemaps maka untuk sitemapnya isikan dengan sitemap.xml.

Cek juga untuk compatible atau tidaknya dengan versi WordPress Anda, silahkan lihat informasinya ke laman : https://wordpress.org/plugins/google-sitemap-generator/

Keempat, silahkan ambil tindakan “Fetch As Google” untuk mengetahui dan menguji Google dalam merender/merayapi konten website. Gunakan fasilitas ini untuk merender laman website secara total keseluruhan atau hanya menginginkan laman tertentu saja baik dalam render untuk versi Desktop maupun render untuk versi Smartphone.

Dan, pastikan tidak ada sumber daya laman (Misalnya gambar atau script) yang diblokir untuk akses Googlebot. Sehingga nantinya status render menjadi complete.

Fetch As Google

Jika status render sudah complete, maka selanjutnya dapat meminta Googlebot untuk mengindek laman website dengan menekan tombol Request Indexing.

Sampai dengan tahap Request Indexing sudah cukup untuk mempercepat proses indeks Google untuk New Domain Anda, silahkan tunggu hasilnya dalam waktu 1×24 jam.

Opsi Tambahan

Selain yang berasal resmi dari Google, Anda juga dapat menambahkan metode lain ADD URL dengan memanfaatkan jasa FREE SUBMISSION eksternal seperti : Googleping.com, Totalping.com, Freewebsubmission.com dan lain sebagainya.

Atau ketik di Google Search dengan keyword “free addurl submission” atau “free addurl submission without reciprocal”, nanti akan muncul situs-situs jasa sebar URL kebeberapa Search Engine lainnya dari hasil pencarian. Silahkan gunakan sebijaknya.

Rujukan :
https://support.google.com/webmasters/answer/35179?hl=id
https://support.google.com/webmasters/answer/35179?hl=id#verification_details

Mengoptimalkan WordPress Setelah Install

Cara menginstall CMS WordPress di Shared Hosting sangatlah mudah, sudah tersedia tool auto installer yang dapat digunakan dan hanya diperlukan beberapa langkah saja untuk menyelesaikan proses instalasinya sesuai dengan settingan defaultnya.

Namun disarankan untuk mengoptimasi beberapa pengaturan default lebih lanjut, agar performa WordPress menjadi lebih optimal dan juga tentu akan meningkatkan sisi keamanan pada situs.

Optimasi ini hanya ditujukan untuk penggunaan WordPress dengan Hosting mandiri (WordPress.org), bukan ditujukan pada WordPress.com.

Dan, untuk versi WordPress sendiri yang digunakan pada saat ini adalah versi WordPress 4.9, dengan asumsi kita hanya melakukan edit file functions.php (Function_Reference)pada editor Admin WordPress Anda. Berikut langkah-langkahnya :

1. Disable HTML pada kolom komentar.

Tujuannya adalah mengurangi Komentar SPAM, dengan cara mematikan penggunaan tag html pada kolom komentar (Hyperlink). Penggunaan rel = nofollow pada kolom komentar saja tidak cukup untuk mengurangi SPAM. Tambahkan kode berikut ini pada file functions.php.

2. Mengapus META TAGS yang tidak diperlukan pada informasi Header.

Tujuannya adalah untuk menonaktifkan informasi versi WordPress yang sedang digunakan dan juga beberapa Meta Tag yang merupakan petunjuk buat para Hacker WordPress. Informasi ini biasa diakses melalui source page (ctrl + u).

Tentu ini tidak aman jika Anda masih menggunakan WordPress versi yang lebih tua karena masalah upgrade yang biasanya tidak kompatibel dengan beberapa Plugins dan Themes. Tambahkan kode berikut ini :

3. Enable HTML Compression.

Tujuannya adalah mengecilkan ukuran file HTML (Kompresi) untuk mengasilkan page load yang lebih cepat. Copy Paste kode berikut ke file functions.php :

4. Hapus penggunaan RSS FEEDS yang tidak penting.

Tujuannya adalah hanya fokus untuk mempublikasikan RSS FEED utama dan menonaktifkan feed bawaan default seperti : feed blog, feed artikel, umpan komentar, feed kategori, feed arsip dan lainnya. Tambahkan kode berikut ke file functions.php Anda:

5. Remove WP Version.

Dengan menyembunyikan versi WordPress, akan mengurangi resiko serangan dengan memanfaatkan celah keamanan WordPress (Bug), gunakan kode di bawah untuk menyembunyikan versi WordPress dan selalu Upgrade WordPress ke versi yang terbaru.

6. Disable Ping Back.

Tujuannya adalah mencegah serangan Brute Force dan DDOS. Pingback dapat digunakan dalam serangan DDOS terhadap situs-situs lain. Penyerang dapat memanfaatkan fungsi pingback melalui perintah sederhana dan permintaan XML-RPC. Dengan demikian, ribuan situs WordPress yang sah dapat dimanfaatkan untuk meluncurkan serangan DDoS skala besar. Tambahkan kode berikut ke file functions.php Anda:

7. Disable penggunaan XML-RPC.

Serupa dengan tujuan Pingback, penyerang dapat memanfaatkan kerentanan XML RPC untuk meluncurkan serangan DDoS dan Brute Force dalam skala besar. Tambahkan kode berikut ke file functions.php Anda: